Kasus infeksi virus corona (COVID-19) secara global terus bertambah. Di Indonesia, jumlah kasus COVID-19 juga terus mengalami peningkatan, baik yang disebabkan oleh adanya penularan secara local (local transmitted) maupun yang dibawa oleh pelaku perjalanan dari luar negeri atau luar daerah (imported case). Untuk menekan laju persebaran kasus COVID-19 ini maka pemerintah telah memberlakukan beberapa kebijakan, diantaranya kewajiban mengisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan atau Health Alert Card (HAC) bagi para para pelaku perjalanan di dalam dan dari luar negeri. Kartu Kewaspadaan Kesehatan atau yang lebih dikenal dengan HAC ini berisi informasi perjalanan dan keterangan kondisi kesehatan pelaku perjalanan.

Contoh Kartu HAC offline

Aplikasi ini dikembangkan untuk membantu pelaku perjalanan mengisi dan menyimpan data HAC secara online sebelum keberangkatan atau selama dalam perjalanan serta memudahkan petugas pemeriksa kesehatan di pintu-pintu masuk untuk memeriksa HAC secara cepat, akurat dan terdokumentasi dengan baik.

Aplikasi ini telah dilengkapi dengan data base bandara, pelabuhan, terminal bus dan stasiun kereta api di seluruh Indonesia. Dengan demikian aplikasi ini dapat digunakan untuk pencatatan dan pemeriksaan kesehatan dari seluruh pergerakan penumpang, baik melalui darat, laut, udara dan kereta api di seluruh Indonesia.

 

Tidak hanya untuk para pelaku perjalanan, aplikasi ini juga dapat digunakan oleh seluruh masyarakat yang ingin melakukan deteksi dini COVID-19 berbasis HAC Assessment maupun Self Assessment, mencatat aktivitas harian untuk kemudahan melakukan tracking, mencatat jurnal karantina mandiri maupun jurnal kesehatan pribadi (medical history) secara digital.